WELCOME, SELAMAT DATANG, MONGGO DI BLOG SAYA SEMOGA MENDAPAT APA YANG ANDA CARI. JANGAN LUPA ISI KOMEN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA! d'Jogja: April 2010
THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 20 April 2010

Pekerjaan dan Kepercayaan

Sekitar 40% masyarakat Jogja adalah petani dan 40% nya lagi bekerja di bidang perdagangan, servis, industri, dan lain-lain. Di Kota Jogja 98% penduduknya bekerja di sektor perdagangan dan jasa, khususnya di sektor wisata dan pendidikan.

Dikarenakan pengaruh sejarah Islam di Kerajaan Mataram yang panjang, hampir 93% penduduk Jogja memeluk agama Islam, sedangkan 6%nya Kristiani. Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia lahir dan sangat berpengaruh di Jogja.

Moco Maneh

Geografis Jogja

Propinsi Daerah Yogyakarta merupakan Propinsi yang mempunyai status sebagai Daerah Istimewa. Status Daerah Istimewa ini berkaitan dengan sejarah terjadinya Propinsi ini, pada tahun 1945, sebagai gabungan wilayah Kesultanan Ngayogyokarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman, yang menggabungkan diri dengan wilayah Republik Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, oleh Sukarno dan Moh. Hatta.

Ujung bagian Utara Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan puncak gunung Merapi dengan ketinggian ± 2920 meter diatas permukaan laut merupakan salah satu gunung Api terakhir teraktif di dunia. Oleh para ahli gunung berapi (vulkanolog) internasional, gunung api ini sangat terkenal karena bentuk letusannya yang khas, dan sejenis dengan letusan gunung api Visuvius di Italia. Sampai saat ini gunung Merapi masih sangat aktif. Puncaknya selalu mengepulkan asap, yang merupakan panorama kota Yogyakarta sebelah utara.

Luas Propinsi Daerah Istimewa Yogyakrta, lebih kurang 3.186 Km2 berpenduduk 3.311.812 jiwa (data tahun 2000) dan terbagi menjadi 5 Daerah Kabupaten / Kota, yakni:
Kota Yogyakarta, yang merupakan Ibu kota Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kabupaten Sleman, dengan Ibukota Beran.
Kabupaten Gunungkidul, dengan Ibukota Wonosari.
Kabupaten Bantul, dengan Ibukota Bantul.
Kbupaten Kulonprogo, dengan Ibukota Wates.

Setelah wafatnya Sri Sulatan Hamengku Buwono IX sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Pejabat Gubernur Propinsi DIY dijabat oleh Sri Paku Alam VIII, yang sebelumnya sebagai Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dan sejak Sabtu 3 Oktober 1998 Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dijabat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X sampai saat ini.

Moco Maneh

Orang Jogja

Tidak sulit untuk bergaul dengan orang Jogja, mereka rata-rata bersahabat, terbuka, dan toleran. Berjabat tanganlah dengan tangan kanan terlebih dahulu, karena itu adalah merupakan kebiasaan sebelum berkenalan. Jika orang Jogja bertemu dengan kenalan baru mereka akan memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama mereka. Orang Jawa biasanya menjabat tangan dan bertanya “Apa kabarmu?” sebelum menajutkan percakapan.

Meski orang Jogja sangat terbuka dan mempunyai toleransi yang tinggi terhadap orang non-Jawa termasuk orang asing, namun secara umum orang Jogja menyukai dan menghargai Kesopanan. Contoh, mereka menghargai orang yang dalam berbicara perlahan-lahan , sambil tersenyum, serta penuh kesopanan. Mereka juga selalu menanyakan sesuatu dengan diawali dengan: ‘bolehkah saya…’, ‘permisi saya mau…’ dan lain-lain.

Orang Jogja rata-rata masih bisa menerima jika ada orang asing yang berkelakuan tidak semestinya (seperti orang Jawa), tapi mereka tidak akan mentolerir jika yang melakukan tersebut adalah orang Jawa.

Moco Maneh

Masyarakat Jogja yang Multi Etnik

Jogja dikenal sebagai kota pendidikan, karena ratusan institusi pendidikan berjejalan di kota ini. Setiap tahun ribuan mahasiswa baru dari luar Jogja, bahkan luar Jawa datang ke Jogja untuk menuntut ilmu. Pemerintah Daerah dari luar Jogja menyediakan asrama bagi para mahasiswa daerah tersebut yang belajar di Jogja.

Sebagai konsistensi dari keberadaan beragam kelompok etnik tersebut, Jogja menjadi sangat heterogen dalam masyarakatnya. Data statistik menunjukan hampir 2% penduduk Jogja bukan orang Jawa. Maka pernikahan antar etnis pun tak ter-elakan. Uniknya orang luar Jawa yang menikah dengan orang Jawa merasa ‘nJawani’ (lebih Jawa) dibanding etnis aslinya.

Moco Maneh

About Jogja

Jogja (beberapa orang menyebutnya Yogyakarta, Jogjakarta, atau Yogya) adalah kota yang terkenal akan sejarah dan warisan budayanya. Jogja merupakan pusat kerajaan Mataram (1575-1640), dan sampai sekarang ada Kraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya. Jogja juga memiliki banyak candi berusia ribuan tahun yang merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan besar jaman dahulu, di antaranya adalah Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-9 oleh dinasti Syailendra.

Selain warisan budaya, Jogja memiliki panorama alam yang indah. Hamparan sawah nan hijau menyelimuti daerah pinggiran dengan Gunung Merapi tampak sebagai latar belakangnya. Pantai-pantai yang masih alami dengan mudah ditemukan di sebelah selatan Jogja.

Masyarakat di sini hidup dalam damai dan memiliki keramahan yang khas. Cobalah untuk mengelilingi kota dengan sepeda, becak, ataupun andong; Anda akan menemukan senyum yang tulus dan sapaan yang hangat di setiap sudut kota. Tanpa anda sadari, tiba-tiba anda akan merasa seperti sedang berada di rumah sendiri.

Atmosfir seni begitu terasa di Jogja. Malioboro, yang merupakan urat nadi Jogja, dibanjiri barang kerajinan dari segenap penjuru. Musisi jalanan pun selalu siap menghibur pengunjung warung-warung lesehan.

Banyak orang yang pernah berkunjung ke Jogja mengatakan bahwa kota ini selalu bikin kangen. Berkunjunglah ke sini, Anda pasti akan mengerti sebabnya.

Transportasi ke Jogja:

* Kereta Api
Anda bisa mencapai Jogja dengan kereta api dari Jakarta, Bandung, atau Surabaya.
* Bis
Jogja bisa dicapai dengan bis dari Pulau Sumatera, Pulau Bali, dan hampir semua kota di Pulau Jawa.
* Pesawat
Saat ini telah tersedia penerbangan langsung Kuala Lumpur - Jogja. Juga tersedia penerbangan domestik Jakarta-Jogja, Denpasar-Jogja, Balikpapan-Jogja, dan masih banyak lagi. Silakan lihat Jadwal Penerbangan Regular Yogyakarta.

Moco Maneh