Jogja dikenal sebagai kota pendidikan, karena ratusan institusi pendidikan berjejalan di kota ini. Setiap tahun ribuan mahasiswa baru dari luar Jogja, bahkan luar Jawa datang ke Jogja untuk menuntut ilmu. Pemerintah Daerah dari luar Jogja menyediakan asrama bagi para mahasiswa daerah tersebut yang belajar di Jogja.
Sebagai konsistensi dari keberadaan beragam kelompok etnik tersebut, Jogja menjadi sangat heterogen dalam masyarakatnya. Data statistik menunjukan hampir 2% penduduk Jogja bukan orang Jawa. Maka pernikahan antar etnis pun tak ter-elakan. Uniknya orang luar Jawa yang menikah dengan orang Jawa merasa ‘nJawani’ (lebih Jawa) dibanding etnis aslinya.
Selasa, 20 April 2010
Masyarakat Jogja yang Multi Etnik
Diposting oleh dekils not dekil di 05.19
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
4 komentar:
wah jos tenan
ya makasi.......
multi etnik, multi talent, pokokna yg multi2 tu nak jgja y?
i'm agree....hehehe
multi etnik, multi talent, pokokna yg multi2 tu nak jgja y?
i'm agree....hehehe
Posting Komentar